This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 09 Juni 2012

Tunggu 30 Menit Menyikat Gigi Setelah Makan


          
           Jangan menyikat gigi setelah makan jika belum lebih dari 30 menit, pasalnya menyikat gigi kurang dari 30 menit akan mengakibatkan kerusakan pada gigi anda.
            Penelitian Academy of General Dentistry diketahui bahwa menyikat gigi kurang dari 30 menit setelah makan menyebabkan gigi akan lebih cepat membusuk. Akibatnya, asam akan masuk ke dalam gigi sehingga terjadi korosi atau pembusukan gigi terjadi jauh lebih cepat. Demikian diberitakan kesehatan.liputan6, Sabtu (9/6/2012).
            "Dengan menyikat gigi setelah makan, Anda benar-benar mendorong asam lebih masuk ke dalam enamel dan dentin," kata Dr Howard R. Gamble, presiden dari Academy of General Dentistry.

            Studi telah menunjukkan bahwa proses korosi akan lebih cepat terjadi jika gigi disikat dalam kurun waktu setengah jam setelah seseorang mengonsumsi minuman ringan. Kebiasaan tersebut membuat lapisan enamel rusak. Lebih lanjut, anjuran ini pula berlaku pada makanan pedas . Hanya saja lebih lama yaitu harus menunggu satu jam atau lebih.



sumber :
            http://kesehatan.liputan6.com/read/408648/awas-sikat-gigi-usai-makan-merusak-gigi
foto :http://naialicious.files.wordpress.com/2010/04/sikat-gigi.jpg


Selasa, 05 Juni 2012

Minuman Pemanis Tingkankan Perempuan Terkena Diabetes.



Penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health menyatakan mengurangi minuman manis dapat menurunkan perempuan dari resiko diabetes.

Kesimpulan ini didapatkan dari penelitian selama 12 tahun terhadap kebiasaan konsumsi minum sekitar 83 ribu responden perempuan.

Pemimpin penelitian ini, dr Frank Hu mengatakan, sudah sejak lama diketahui, minuman manis meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah diabetes. Sehingga meminum air putih sangat dianjurkan guna menghindari dampak diabetes.

Tetapi, pertanyaan apakah ada pengaruh besar dengan mengganti minuman manis dengan air putih ini terhadap kemungkinan diabetes, masih menjadi pertanyaan. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan itu.

Hasil riset menunjukkan, dari sekelompok responden itu didapati, sekitar 2.700 di antaranya mengalami diabetes.

Mengenai jumlah air putih yang dikonsumsi perempuan tidak menunjukkan pengaruh besar terhadap risiko terbentuknya penyakit diabets.

Perempuan yang minum air putih lebih dari 6 cangkir per hari memiliki risiko sama dengan perempuan yang minum kurang dari 1 cangkir per hari.

Namun, untuk minuman berpemanis dan jus buah memiliki kaitan kuat dengan risiko diabetes. Diperkirakan, terjadi peningkatan risiko diabetes sekitar 10 persen bagi setiap cangkir konsumsi minuman manis per hari.

Riset mengestimasi, bila perempuan yang terbiasa mengkonsumsi minuman manis atau jus dengan air putih, risiko diabetesnya berkurang 7-8 persen.

Studi dr Hu yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition ini juga menemukan, kopi atau teh yang tidak diberikan pemanis bisa menjadi alternatif pengganti minuman berpemanis.

Riset ini memperkirakan, mengganti secangkir minuman berkarbonasi atau jus buah dengan satu cangkir teh atau kopi tanpa pemanis bisa mengurangi risiko terjadinya diabetes sebesar 12-17 persen.

Menurut dr Hu, studi ini menjadi penting untuk menunjukkan, minuman jus buah bukan pengganti soda atau minuman berpemanis yang optimal.

"Sesungguhnya, jus buah memiliki jumlah kalori dan gula yang sama dengan minuman soda," kata dr Hu.

Intinya, air putih adalah salah satu minuman bebas kalori terbaik untuk dikonsumsi harian. "Bila rasanya terlalu tawar, Anda bisa tambahkan perasan lemon atau limau," kata dr Hu.

Menanggapi hasil penelitian yang tak ia ikuti ini, dr Barry Popkin, profesor di University of North Carolina School of Public Health mengatakan, "Bukan bukti bahwa air putih membantu turunkan diabetes, kecuali untuk hidrasi, tetapi jenis minuman lainnya tadi itu yang berbahaya bagi diabetes."
Sumber :
foto
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://dedewinasis.files.wordpress.com/2010/04/wanita-minum-air-putih-luar.jpg&imgrefurl=http://dedewinasis.com/tag/minum-air-putih/&usg=__Qk74CwfaMSxakVc3Su0LDBRoF0E=&h=285&w=414&sz=11&hl=id&start=12&zoom=1&tbnid=do-QbeTzYMlj2M:&tbnh=86&tbnw=125&ei=me7NT6jGLYOHrAeN2LyCDA&um=1&itbs=1

Kamis, 10 Mei 2012

Hati-hati : Makan Cepat Picu Diabetes






Terdapat hubungan antara kebiasaan makan cepat dengan risiko diabetes. Temuan berskala kecil ini sekaligus mendukung beberapa riset sebelumnya yang juga telah menemukan kaitan antara makan cepat dan risiko diabetes, ungkap situs health.kompas.com, Kamis, (10/5/2012).
            Responden dibagi menjadi dua bagian pertama responden dengan jumlah 234 orang penderita diabetes tipe 2 dan 468 orang tanpa penyakit diabetes. Hasil penelitian menunjukkan responden yang makan cepat berakibat  2,5 kali lebih mungkin menderita diabetes ketimbang mereka yang mengambil waktu sejenak saat makan.
            Selain itu penderita diabetes  memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi dan memiliki tingkat pendidikan lebih rendah. BMI adalah perhitungan yang didasarkan tinggi dan berat badan untuk mengetahui apakah seseorang termasuk kategori kurus, gemuk, ideal, atau obesitas.
            "Tampaknya ada hubungan interaksi antara latar belakang genetika yang rentan dan faktor lingkungan. Sangat penting untuk mengidentifikasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang dapat membantu orang mengurangi kemungkinan mereka terserang penyakit itu," ujar Radzeviciene, Universitas Lithuania of Health Science.
            Meskipun studi menemukan hubungan antara makan cepat dan insiden diabetes, tapi temuan ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Karena studi ini masih akan dipresentasikan pada pertemuan medis, data dan kesimpulan harus dilihat sebagai penelitian awal, sampai temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang telah ditinjau oleh sesama peneliti.
 Untuk menghindari diabetes menjadi kronis, sebaiknya penderita mengurangi nasi putih, makanan berlemak, dan melakukan sarapan setiap pagi secara rutin.


Sumber :
Foto
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/303183_2448420058724_1498634112_2719563_1379539503_n.jpg

Minggu, 06 Mei 2012

Obesitas Mempengaruhi Seseorang Melamar Pekerjaan




            Penelitian terhadap wanita obesitas lebih mungkin mengalami diskriminasi saat melamar pekerjaan dan menerima gaji awal lebih rendah. Ungkap laporan media-newswire.com, Senin (7/5/2012).

            Penelitian yang dipimpin oleh The University of Manchester dan Universitas Monash, Melbourne, dan diterbitkan dalam International Journal of Obesity, menguji diskriminasi terhadap seseorang obesitas dengan pekerjaan yang sebenarnya . Para peneliti juga menilai apakah ketidakamanan dengan tubuh mereka sendiri (body image) dan kepribadian konservatif seperti, otoritarianisme, dan orientasi dominasi sosial berkaitan dengan diskriminasi obesitas, seperti yang terkait dengan homofobia dan rasisme.

            "Peserta dilihat serangkaian resume foto kecil dari pelamar pekerjaan terpasang, dan peringkat kecocokan pelamar, mulai gaji, dan kerja," kata Dr O'Brien. "Kami menggunakan gambar wanita pra-dan pasca-operasi bariatric, dan bervariasi apakah peserta melihat baik resume, antara banyak, yang memiliki gambaran seorang perempuan obesitas, dan perempuan yang sama tetapi setelah operasi bariatrik.

            Dr O'Brien dan rekanya Dr Janet Latner, dari Universitas Hawaii, dan Dr Jackie Hunter, dari Otago University, mencatat bahwa salah satu temuan yang menarik dan baru adalah bahwa peserta menilai penampilan fisik mereka sendiri (tubuh gambar) dan pentingnya penampilan fisik juga dikaitkan dengan diskriminasi obesitas. H
asil lain menunjukkan bahwa keyakinan bahwa orang gemuk lebih sedikit pantas hak istimewa dan kesempatan daripada non-lemak individu.

            Dr O'Brien menambahkan: "Temuan kami menunjukkan bahwa ada kebutuhan yang jelas untuk mengatasi diskriminasi obesitas, khususnya terhadap perempuan yang cenderung menanggung beban anti lemak prasangka. Intervensi pengurangan prasangka dan kebijakan perlu dikembangkan. Ini juga menjadi jelas bahwa alasan prasangka ini muncul berkaitan dengan kepribadian kita, bagaimana kita merasakan tentang diri kita sendiri, dengan atribusi, seperti, orang gemuk yang malas, dll rakus hanya bertindak sebagai pembenaran atas prasangka kita. "
 
Sumber :
Foto
http://www.hilo.co.id/wp-content/uploads/2010/11/Obesity.jpg

Rutin Berolahraga Jogging Dapat Menambah Usia

          
            Jogging atau olahraga degan berlari kecil tidak hanya menyehatkan tubuh, laporan  para ilmuwan Denmark, melakukan jogging secara rutin mengalami penambahan rata-rata harapan hidup antara lima hingga enam tahun. health.kompas.com, Senin (7/5/2012).
"Hasil riset kami dengan jelas menjawab apakah jogging bermanfaat untuk kesehatan Anda. Kami bisa mengatakan bahwa jogging secara teratur memperpanjang umur. Kabar baiknya adalah Anda tak perlu melakukannya terlalu keras untuk mendapatkan manfaatnya," ungkap pakar kesehatan jantung Denmark, Dr Peter Schnohr, yang melibatkan 2.000 responden.

            Jika dibandingkan kelompok yang tak pernah jogging, risiko kematian baik pada pria maupun wanita yang rutin jogging menurun hingga 44 persen. Data menunjukkan, dengan mempertimbangkan  faktor usia, jogging dapat meningkatkan harapan hidup pria hingga 6,2 tahun lebih panjang dan pada wanita 5,6 tahun lebih panjang.

            Menurut para peneliti, paling ideal jogging dilakukan selama satu hingga  2,5 jam dalam satu sesi dengan kecepatan sedang. Dalam seminggu, jogging juga sebaiknya dilakukan antara dua hingga tiga kali.

Sumber :
Foto
http://www.agenxamslimer.com/wp-content/uploads/Jogging-di-pagi-hari.jpg

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More